Jumat , 1 September 2017
Home / Ekonomi / Cihui! Sembalun Panen Bawang
Suasana panen bawang putih di Sembalun

Cihui! Sembalun Panen Bawang

SELONG,DS-Wakil Bupati Lombok Timur, Drs. H. Haerul Warisin, M. Si menghadiri Panen Perdana Demplot Bawang Putih PT. Pupuk Kalimantan Timur di Kecamatan Sembalun, Selasa (22/8), bertempat di Lokasi Kelompok Tani Jorong Mandiri Dusun Jorong Desa Sembalun Bumbung Kecamatan Sembalun.

Hadir Assisten Deputi BUMN RI, Direktur Utama PT. Pupuk Indonesia, Direktur Utama PT. Pupuk Kaltim, Direktur Tekbang Pupuk Kaltim , Komisaris PT. Pupuk Kaltim, Kasdim 1615/Lotim, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, Kadis Pertanian Kab. Lotim dan Petani Se Kabupaten Lombok Timur.

Pupuk Kaltim telah melakukan Demplot di tiga titik  dengan total lahan seluas 2 hektar yaitu di Sembalun Bumbung 2 titik dan Sembalun Lawang 1 titik. Dalam hal ini pupuk Kaltim menyiapkn pupuk, bibit,  obat-obatan dan pendampingan bersama instansi terkait (PPL) sehingga pengembangan pertanian bawang putih di Desa sembalun dapat terlaksana dengan baik. “Selanjutnya hasil demplot tersebut akan dijadikan sebagai sumber bibit bersertifikat dan akan diserahkn seluruhnya kepada petani bawang putih untuk dikembangkan kembali disembalun,” ungkap Direktur Utama PT. Pupuk Kalimantan Timur, Ahmad Bakir Pasaman.

Sementara itu Wakil Bupati Lombok Timur dalam sambutannya menceritakan sejarah bawang putih berawal pada tahun 1963 yang dibawa oleh orang Cina dari Ampenan. Bawang Sanghai ini oleh  orang Sembalun disebut bawang putih sanggas sembalun. Pada tahun 1963 itu para petani tidak menanam bawang putih di areal persawahan,  tetapi menanam di hutan. “Yang dimana tanam 1 kwintal menjadi 1 ton, Tanam 1 ton benih dapat 10 ton,” ungkap Warisin.

Seiring dikeluarkannya Peraturan oleh Menteri Kehutanan — bahwa tidak boleh ada masyarakat yang menganggu hutan dalam bentuk apapun — membuat petani beralih ke sawah lagi. Perpindahan ke sawah ternyata membawa hikmah yang sangat bagus buat petani karena 1 kwintal benih yang ditanam menjadi 2 ton,  artinya 1 ton benih dapat 20 ton.

Pada kesempatan itu juga Wabup menyampaikan  kebutuhan bawang putih di Indonesia selama 1 tahun baik untuk bumbu, kosmetik, obat-obatan dan sebagainya, tidak kurang dari 428 ton. Dari kebutuhan 428 ton tersebut, petani Indonesia hanya mampu menghasilkan 10 % saja  atau 42 rbu 800 ton saja, sedangkan 90 % nya  dari India, Cina  dan sebagainya.

Wabup berharap agar kementerian memberikan bantuan dan perhatian ke Masyarakt Lombok Timur lebih banyak lagi. Tidak hanya di Kecamatan Sembalun saja,  tetapi juga di  5 kecamatan yang akan ditanam bawang putih sebanyak 2 ribu hektar yaitu Kecamatan Sembalun, Pringgasela,  Sikur, Suela dan Pringgabaya, yang akan direncankan oleh Direktur Holtikultura.

Kegiatan ini, kata Warisin,  membawa manfaat besar bagi masyarakat Lombok Timur .

Direktur Utama PT. Pupuk Indonesia,  Aas Asikin Idat, mengemukakan Kecamatan Sembalun merupakan lumbung bawang putih.

“Kami dari Pupuk Indonesia mendapat penugasan dari Kementerian BUMN yang berkeinginan untuk membangkitkan kembali dan menjadikan Sembalun menjadi lumbung bawang putih. Dan, alhmdulillah Pupuk Kaltim telah berhasil membantu petani Sembalun dengan hasil yang lebih baik, dengan cara penggunaan pupuk yang sesuai dengan kompesisinya yang seimbang,” ungkap Aas. “Ini merupakan percontohan untuk lelompok petani yang lain,  bagaimana cara melakukan dan menanam dengan baik, agar bisa menghasilkan bawang putih yang maksimal dan perlu peningkatan kedepannya.”

Asisten Deputi Kementerian BUMN RI, Purnomo Sinar Hadi, mengatakan beberapa hal yang telah dilakukan, salah satunya yaitu bantuan sumur. “Jumlah sumur yang telah kami bangun untuk irigasi petani masih sangat kurang, tetapi sedikit tidaknya masih bisa membantu para petani,” katanya. Ia menambahkan.  ditilik dari kebutuhan pendanaan 1 hektar memerlukan dana antara Rp 100 juta sampai Rp 150 juta.

“Beberapa kendala dari perbankan yang kami temui, karena secara aturan perbankan pada saat penyaluran kridit harus di-back up dengan jaminan. Ini yang menjadi pikiran kami bagaimana alternatif pendanaan selain dari perbankan,” ujrnya seraya berharap ada bantuan dari keuangan non bank seperti pegadaian. “Jadi disaat petani membutuhkan pendanaan, mereka bisa memberikan Dana sebesar kebutuhan yang dibutuhkn petani dan bisa dibayar pada saat panen,”  harap Purnomo.hmslt

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Sisa Setahun Kurangi Kemiskinan 87.040 Orang di NTB

MATARAM, DS – Wakil Ketua DPRD NTB Mori Hanafi M.Comm, menilai, bertambahnya warga miskin di …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *