Kamis , 26 Oktober 2017
Home / Ekonomi / Catatan Kunjungan Presiden Jokowi ke NTB (Bagian-3) Blusukan ke LEM, Presiden Cek Kondisi Ekonomi NTB 
Presiden Joko Widodo menyempatkan menyapa masyarakat saat mengunjungi Lombok Epicentrum Mall, Kota Mataram

Catatan Kunjungan Presiden Jokowi ke NTB (Bagian-3) Blusukan ke LEM, Presiden Cek Kondisi Ekonomi NTB 

Pertumbuhan ekonomi di NTB selama tiga tahun berturut-turut berada di atas rata-rata nasional dengan angka pencapaian sebanyak 5,28 persen pada tahun 2016, nampaknya tidak membuat Presiden Joko Widodo (Jokowi) lantas mempercayai hal tersebut. Untuk itu, orang nomor satu di Indonesia tersebut datang langsung blusukan mengecek lokasi perekenomian masyarakat NTB. Salah satunya ke Lombok Epicentrum Mall (LEM) yang berada di Kota Mataram pada Kamis (19/10) malam lalu.

Uniknya, Jokowi yang biasanya tampil kasual setiap blusukan ke mal seperti yang dilakukannya di daerah lainnya di Indonesia, kali ini tampil berbeda. Kepala Negara terlihat mengenakan pakaian formal berupa jas hitam dan kopiah berwarna senada.Penampilan Presiden asal PDIP ini pun dilengkapi dengan mengenakan sarung cokelat.

Sepanjang blusukan ke mal sekitar pukul 19.55 Wita lalu, Presiden terlihat percaya diri mengenakan pakaian tersebut. Adapun alasan Jokowi mengenakan pakaian ini lantaran setelah blusukan, Presiden RI akan menghadiri silaturahmi dengan para alim ulama di salah satu pondok pesantren yang ada di wilayah Kabupaten Lombok Tengah.

Ia tampak menyapa para pengunjung mal dan menyempatkan diri untuk bersalaman dan melakukan swafoto dengan mereka. Presiden juga sempat melakukan wawancara dengan salah satu stasiun televisi nasional di pusat perbelanjaan tersebut.

Presiden Jokowi mengatakan, kedatangan ke Lombok Epicentrum Mall tidak lain guna mengecek pencapaian pertumbuhan ekonomi NTB yang dianggap mengungguli raihan nasional selama tiga tahun berturut-turut. “Jika melihat begitu ramainya pengunjung yang memadati mal disini, sangat wajar jika angka pertumbuhan NTB masuk katagori baik di nasional saat ini,” ujar Jokowi menjawab wartawan di sela-sela kunjungannya, beberapa hari lalu itu.

Menurutnya, beberapa angka kepercayaan, seperti peringkat investasi dari Moddy’s, S&P, dimana Indonesia meningkat dari peringkat delapan ke empat bisa dipastikan kebenarannya. Hal itu menyusul, pertumbuhan perekonomian saat ini sudah merata antar wilayah di Indonesia “Ini juga kepercayaan. EODB dari 120 sekarang 91. Ini kepercayaan. Kalau angka seperti ini diragukan, ini yang meragukan sebetulnya bukan dunia usaha, saya yakin ini orang politik atau politikus yang nyambi dengan dunia usaha. Ada apa gitu lho,” kata Jokowi.

Dia juga menyebut pertumbuhan ekonomi Indonesia merupakan peringkat ketiga dari negara-negara yang tergabung dalam G20, serta angka inflasi yang relatif rendah, dimana pada 2015 pada 3,35 persen, 2016 sebesar 3,02 persen. “Tahun ini saya pastikan di bawah empat persen. Tapi ini indikator makronya. Kalau pengusaha itu biasanya, lapangannya bagaimana pak. Tapi khan saya juga tiap hari di lapangan,” tuturnya.

Jokowi juga menyinggung berbagai kalangan yang menyebut daya beli masyarakat Indonesia menurun, namun angka-angka menunjukkan peningkatan. “Saya berikan angka. Coba saya ambil dari ‘shifting’ dari ‘offline’ ke ‘online’. Banyak orang yang ke situ. Kalau ada toko tutup ya karena ini. Salahnya nggak ikuti jaman,” ucapnya.

Saat ini, kata Presiden, angka jasa kurir naik 130 persen pada akhir September ini. “Angka ini didapat dari mana? Ya kita cek. JNE cek, kantor pos cek. Saya kan juga orang lapangan,” ujarnya.

Dia mengaskan, angka-angka itu dia sampaikan agar tidak menjadi isu politik, karena kurang setahun lagi ada Pilkada 2018 dan Pemilu Presiden 2019. “Angka seperti ini kalau tidak disampaikan, isunya hanya daya beli turun. Saya liat siapa yang bicara, politik… oh tidak apa. Kalau pengusaha murni saya ajak bicara. Kalau orang politik memang tugasnya itu, membuat isu-isu untuk 2019. Sudah kita blak-blakan saja,” ujar Jokowi berkelakar.

Dia mengaku banyak toko yang tutup, namun sewa gudang meningkat, jasa perusahaan di bidang sewa gudang meningkat 14,7 persen. “Ada shifting dari offline ke online. Sama ini, di China juga sama. Kalau kita menghitung dari online yang gede-gede. Misalnya, Bukalapak, Blibli, tidak muncul. Karena orang jualan lewat instagram, facebook. Ini angka yang tidak bisa dilacak dengan baik. Lacaknya dari mana? Jasa kurir,” jelasnya.

Presiden juga menunjukkan angka PPN yang naik 12,14 persen yang menunjukkan ada aktivitas ekonomi. “Kalau tidak, itu naik dari mana. Kenapa tidak konfiden masih. Angka ini angka riil. Kalau nggak ada kegiatan ekonomi yang hasilkan nilai tambah, tidak mungkin muncul angka ini,” katanya.

Bahkan, Presiden juga membeberkan angka pertumbuhan penerimaan pajak industri naik 16,36 persen dibanding tahun lalu, perdagangan naik 18,7 persen, ekspor pertambangan ekspor sudah mulai merangkak dan naiknya 30,1 persen, pertanian 23 persen.  “Angka seperti ini bagaimana. Masa angka tidak percaya. Konstruksi memang hanya 2,4 persen. Kenapa bisa turun? Ya karena dulu kan saya sudah turunkan pajak final dari lima persen menjadi 2,5 persen. Ya karena diturunkan saja,” tambahnya.

Kaget

Sejumlah pengunjung dan karyawan di salah satu mal terbesar di Kota Mataram itu seakan tidak percaya akan kehadiran orang nomor satu di Indonesia tersebut.

Nining misalnya, salah satu pegawai di LEM mengaku senang mendapatkan buku tulis dari Presiden Jokowi. Ia tidak menyangka, orang nomor satu di Indonesia tersebut akan berkunjung ke Mall tempatnya bekerja. “Seneng banget, sayangnya nggak bisa foto bareng,” kata Nining.

Rasa senang bertemu presiden juga diungkapkan Cinta. Salah satu pengunjung asal Kota Bandung ini sengaja mampir ke LEM begitu mengetahui informasi, Jokowi akan berkunjung ke mall. “Nggak nyangka, baru ketemu langsung kan ternyata ganteng juga ya pak Jokowi,” kata Cinta sambil tertawa.

Cinta mengatakan, jarang ada kepala negara yang mau berjalan-jalan ke mall. Ia pun mengaku senang bisa bersalaman dan bersua langsung dengan Presiden.

“Ya nggak nyangka aja. Mana ada kan presiden yang lain mau ke tempat mall-mall kayak gini. Makanya excited banget,” tutur Cinta.

Terpisah, General Manager Lombok Epicentrum Mall, Salim Abdad mengatakan tidak ada persiapan khusus karena Presiden Jokowi mendadak ingin berkunjung ke Mall. Pihaknya hanya mempersiapkan pengamanan dari petugas keamanan.

“Beliau (Presiden) ingin melihat ekonomi Lombok ini berjalan seperti apa sebenarnya. Melihat tadi pak Jokowi dijelaskan juga oleh pak Gubernur bahwa pertumbuhannya cukup bagus di NTB,” kata Salim saat dikonformasi.

Diketahui, pertumbuhan ekonomi di Nusa Tenggara Barat (NTB) selama tiga tahun berturut-turut berada di atas rata-rata nasional dengan pencapaian sebanyak 5,28 persen pada tahun 2016. Sedangkan, tingkat pengangguran terbuka dengan indeks gini ratio sebesar 0,36, lebih baik dari rata-rata nasional, yang berada pada angka 0,40. Sementara itu, untuk angka kemiskinan sejak tahun 2008 sampai dengan tahun 2016 juga berhasil diturunkan dari 23,4 persen menjadi 16,02 persen.

“Pencapaian tersebut sungguh merupakan capaian yang baik, terlebih jika dibandingkan dengan kinerja pengurangan angka kemiskinan nasional, di mana untuk menurunkan satu persen saja dibutuhkan waktu lebih dari lima tahun,” ujar Gubernur menjawab wartawan, Selasa (24/10) kemarin.

TGB mengakui, seluruh capaian tersebut merupakan hasil kerja seluruh masyarakat NTB yang harus terus dipelihara dan ditingkatkan lagi di masa-masa yang akan datang.

Apalagi pada tahun 2018, masyarakat NTB akan menyongsong agenda besar demokrasi dengan pemilihan umum kepala daerah secara serentak di beberapa daerah. Karena itu diharapkan agar semua pihak dapat menjaga semangat persaudaraan dan menciptakan kondusifitas daerah dengan mengembangkan semangat politik yang mencerdaskan. “Mari kita jadikan momentum ini untuk senantiasa memberikan perkhidmatan terbaik kepada bangsa dan daerah tercinta,” tandas Zainul Majdi. (fahrul,SELESAI).

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Petani Diminta Olah Cabai 

MATARAM, DS – Kepala Dinas Perdagangan NTB, Hj. Putu Selly Andayani meminta para petani di wilayah NTB agar menjual …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *