Kamis , 7 September 2017
Home / Ekonomi / Bansos Kemensos untuk Lotim Capai 227 M Tahun Ini
Acara penyerahan Bansos dari Pusat untuk Lotim

Bansos Kemensos untuk Lotim Capai 227 M Tahun Ini

SELONG,DS-Kepala Dinas Sosial Kabupaten Lombok Timur, H. Raden Mulyanto Tejokusumo menyebutkan jumlah dana bantuan sosial (bansos) yang dikucurkan Pemerintah Pusat melalui Kemeneterian Sosial Republik Indonesia tahun 2017 mencapai Rp 227 miliar lebih.

Pada acara penyaluran bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia yang dilaksanakan Sabtu (26/8) di Kantor Camat Sikur, dikemukakan dari Rp 227 miliar tersebut, serapan terbesarnya pada bantuan beras sejahtera (rastra) yang menghabiskan anggaran sebesar Rp 189.778.690.800 menyasar 138.363 kepala keluarga dan bantuan untuk Program Keluarga Harapan (PKH) non tunai sebesar Rp 86.172.660.000 bagi 45.584 keluarga penerima manfaat (KPM).

Selain dua program tersebut, bansos dari Kemensos juga diberikan kepada para penderita disabilitas yang menyasar 316 orang dengan anggaran sebesar Rp 948.000.000. Kemudian bantuan bagi masyarakat lanjut usia sebesar Rp 272.000.000 yang diperuntukkan bagi 136 orang.

Untuk bantuan PKH, mulai tahun ini diberlakukan besaran bantuan yang flat sebesar Rp. 1.890.000 per tahun yang sebelumnya dibedakan berdasarkan tingkat pendidikan dan kondisi kesehatan dan bantuan Rp 2 juta bagi lansia di atas 70 tahun dan penyandang disabilitas berat dengan sistem penyaluran per triwulan sebesar Rp 500 ribu secara non tunai melalui lembaga bayar Bank Rakyat Indonesia (BRI) Cabang Selong.

Bupati Lombok Timur, HM. Ali Bin Dachlan, dalam sambutannya mengatakan bahwa Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo memiliki banyak gagasan yang baik. Salah satunya adalah Program Keluarga Harapan (PKH), Kartu Indonesia Sehat (KIS) dan Kartu Indonesia Pintar (KIP).

Kartu-kartu yang dikeluarkan pemerintahan Jokowi merupakan tindakan nyata pemerintah dalam menuntaskan kemiskinan. Meskipun, angka kemiskinan di Indonesia masih belum bisa dituntaskan 100%. Setidaknya, ungkap Bupati, dengan berbagai program kebijakan tersebut, masyarakat bisa tertolong. “Masyarakat yang miskin bisa menyekolahkan anak-anaknya dan kebutuhan terpenuhi,” katanya.

Langkah yang diambil pemerintah tersebut dinilai telah menunjukkan integritasnya kepada rakyat. Sebab, pemerintah tidak boleh hanya melihat dan membiarkan kemiskinan. Dan kalaupun pada implementasinya di lapangan masih ditemukan adanya program yang tidak tepat sasaran — seperti masih adanya pemegang kartu bantuan tersebut adalah orang-orang yang sebenarnya tidak layak untuk mendapatkannya — hal itu tidak bisa dijadikan sebagai alasan untuk menyalahkan Kemensos maupun Bupati. Sebab, kesalahan itu datang dari bawah. Data calon penerima bantuan diterima dari Kadus dan Kades yang masih banyak mengutamakan keluarganya saja.

Terhadap masih adanya data penerima yang tidak sesuai dengan yang semestinya, Bupati meminta para camat untuk turun memperbaikinya. Sehingga, bantuan PKH bisa tepat sasaran dan bermanfaat untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. krisma

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

Cihui! Sembalun Panen Bawang

SELONG,DS-Wakil Bupati Lombok Timur, Drs. H. Haerul Warisin, M. Si menghadiri Panen Perdana Demplot Bawang …

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *