Kamis , 10 Agustus 2017
Home / Ekonomi / 6% Saham Pemda NTB Masih Bermasalah, APBD-P 2017 Tidak Bisa Dilanjutkan
Ruslan Turmuzi

6% Saham Pemda NTB Masih Bermasalah, APBD-P 2017 Tidak Bisa Dilanjutkan

MATARAM, DS – DPRD  tidak ingin hanya dianggap sebagai tukang stempel dalam pengesahan RAPBD Perubahan tahun 2017. Oleh karena itu, dalam pembahasan RAPBD-P kali ini, dipastikan sejumlah persoalan yang belum tuntas akan lebih dulu difokuskan untuk dibahas lebih lanjut.

Persoalan yang dinilai mengganjal dan belum clear oleh dewan diantaranya kepastian tentang berapa besar hasil penjualan 6 persen saham milik daerah di PT Newmont Nusa Tenggara (NNT) dan berapa untuk pemprov, serta kapan akan diberikan kepada daerah.

Selain itu, target pendapatan sebesar Rp 16 miliar yang ada di PT DMB. “Pokoknya kalau belum clear semua persoalan dari pembahasan APBD sebelumnya dan APBD Perubahan kali ini, maka Fraksi PDIP meminta RAPBD Perubahan 2017 tidak dilanjutkan pembahasannya,” tegas Ketua Fraksi PDIP DPRD NTB, Drs. Ruslan Turmudzi menjawab POS BALI, Senin (7/8).

Menurut Ruslan,  pembahasan teknis yang kini dijalankan semua komisi-komisi di DPRD NTB dengan SKPD mitra akan tidak bisa berjalan dengan baik, manakala usulan pembentukan Pansus PT DMB yang diusulkannya dalam sidang paripurna lalu belum juga ditindak lanjuti oleh pimpinan dewan.

Sebab, kata Anggota Komisi IV bidang Infrastruktur dan Pertambangan itu, selama ini justru,  masih banyak hal yang tidak jelas di dalam perusahaan tersebut. Mulai dari hasil penjualan saham, operasional perusahaan yang ingin membuka usaha baru, dan lainnya.

“Lembaga ini harus bisa memperjelas posisi PT DMB. Karena disitu banyak masalah, caranya hanya melalui  Pansus untuk mendalaminya,” kata Ruslan lantang.

Terpisah, Anggota Komisi III DPRD NTB bidang Keuangan dan Perbankan, H. Abdul Karim juga sependapat dengan Ruslan. Sebab, menurut dia, apabila PT DMB akan menjalankan usaha baru maka harus ada peraturan daerah yang mengatur, sehingga jelas berapa modal yang dibutuhkan, dan apakah akan tetap melakukan usaha kerja sama dengan Pemda KSB dan Kabupaten Sumbawa.

“Termasuk, target pendapatan sebesar Rp 16 miliar yang ada di PT DMB itu darimana sumbernya juga harus jelaslah. Wajarlah, jika kita butuh adanya Pansus PT DMB itu dalam waktu dekat ini,” ujar Karim.

Sementara itu, Direktur PT DMB Andi Hadianto yang dikonfirmasi wartwan beberapa hari lalu, mengaku hasil penjualan 6 persen saham pemda di PT NNT yang sudah dijual ke PT AMNT belum seluruhnya di tangannya. Andi hanya menjelaskan nilai seluruhnya Rp 500 miliar.

Sementara soal pemanfaatannya pihaknya bertindak setelah ada keputusan dari pemegang saham dalam Rapat Umum Pemegang Saham antara Pemprov, KSB dan Sumbawa. ”Sekali lagi, saya ini hanya pelaksana,” katanya.

Menurut Andi, sebelum uang hasil penjualan saham itu digunakan, maka harus ada landasan hukum yang jelas agar tidak menjadi masalah di kemudian hari. Sebab, pengelolaan anggaran tersebut perlu kehati-hatian. Apakah uang tersebut disetor dulu ke kas daerah baru dikembalikan atau bagaimana. Karena aset itu milik PT DMB yang diberikan PT Multi Daerah Bersaing atas penjualan saham.

”Yang jelas, pastikan dulu uang ini sudah aman. Secara hukum sudah pasti uang yang Rp 500 miliar ini, baru kita go. Dan itu nanti diputuskan di RUPS,” jelasnya

Ketua KONI NTB itu, menegaskan, dana Rp 500 miliar hasil penjualan saham itu memang dibayarkan bertahap. Dia mengklaim hal tersebut tidak masalah. Sebab, bagi DMB yang penting pihak MDB memiliki komitmen untuk memberikan ke daerah.

Sedangkan, terkait target pendapatan Rp 16 miliar yang ada di PT DMB, Andy mengaku tidak pernah menaruh target itu di perusahaanya. Sehingga, Andy menyerahkan sepenuhnya ke TAPD pemprov NTB. ”Siapa yang tarus target di situ?. Soal dan Rp 16 miliar, silahkan langsung ke TAPD pemprov dibawah koordinasi Pak Sekda” tandasnya.fahrul

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

ORGANDA IKUT MENENTUKAN DAYA SAING BANGSA

MATARAM,DS-Gubernur NTB Dr. TGH. M. Zainul Majdi menegaskan Organisasi Angkutan Darat (Organda) memiliki peranan penting …

No comments

  1. Your comment is awaiting moderation.

    Trabalhamos com magia negra, magia branca e também vudu. //nanoshells.bsu.by/UserProfile/tabid/57/userId/4774731/Default.aspx

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *