Jumat , 9 November 2018
Home / Ekonomi / 400 CPNS Kementerian PUPR Ditugasi Ibadah Kemanuasian Bantu Korban Gempa Lombok
Menteri PUPR Basuki Hadimuljono saat melepas ratusan insinyur muda guna bertugas mendampingi korban gempa di Lombok

400 CPNS Kementerian PUPR Ditugasi Ibadah Kemanuasian Bantu Korban Gempa Lombok

MATARAM, DS – Sebanyak 400 insinyur muda yang merupakan Calon Pengawai Negeri Sipil (CPNS) di Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) ditugaskan mengabdi ke Pulau Lombok. Penugasan ini diyakini bisa membentuk karakter para insinyur Calon Pengawai Negeri Sipil (CPNS) tersebut.

          Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan, berdasarkan pengalamannya ditugaskan di tempat bencana, dapat membentuk karakter seseorang. “Kalau di outbond biasa itu main-main. Tapi dengan menangani bencana, karakter orang keluar betul, sama saja dengan naik gunung,” kata dia menjawab wartawan, Jumat (31/8) di Mataram.

Basuki  yang mengaku pernah bertugas pada pemulihan Aceh pascatsunami. Menjelaskan, jika ratusan insinyur itu akan bertugas bersama 202 orang lainnya yang telah tiba di Lombok guna melaksanakan “ibadah” kemanusiaan. Menurut dia, mereka akan berada di NTB untuk mendampingi masyarakat NTB yang terkena dampak bencana gempa bumi. “Jadi ini bukan wisata gempa bumi.Mereka khusus bekerja mendampingi para korban benca agempa bumi,” tegas Basuki.

Ia meminta insinyur muda ini untuk menjaga kredibilitas institusi Kementerian PUPR, khususnya dalam mendampingi masyarakat membangun rumah mereka kembali. Kedua, menjaga persatuan, kekompakan serta sopan santun karena pihak PUPR tidak bekerja sendirian.

          TNI, Polri dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan para penggiat masyarakat lainnya, sehingga  harus bisa bekerja sama dengan mereka. Sebab, tujuan mereka juga adalah membantu masyarakat dengan peran masing-masing.

          Kementerian PUPR tidak bisa memberi fasilitas mewah bagi para insinyur muda tersebut, selain tenda dan dapur umum. “Harus ada self surveilance masing-masing, jangan jagake wong, jangan minta dilayani! Anda yang melayani masyarakat,” katanya. Jagake wong merupakan bahasa Jawa yang artinya jangan mengandalkan orang lain.

          Sementara itu, salah satu insinyur muda yang diberangkatkan hari ini, Hasyim (24 tahun) mengatakan, penugasan ke Lombok merupakan kesempatan emas yang tidak bisa didapat semua orang. Ia pun merasa beruntung dan terpanggil untuk membantu penduduk Lombok.

          Lulusan Fakultas Teknik Universitas Negeri Surabaya (Unesa) ini pun mendapat dukungan penuh dari keluarga.”Nggak ada (larangan dari keluarga) malah didukung karena kesemepatannya tidak datang dua kali,” ujar anak kedua dari tiga bersaudara ini.

          Dukungan keluarga juga diterima anak sulung, Dolly Imanuel (25 tahun). “Kalau dari keluarga sendiri kebetulan mendukung, karena ini bagian dari pendewasaan dan juga kebetulan karena alasan kemanusiaan,” katanya.

          Lulusan Teknik Sipil Institut Teknologi Bandung (ITB) ini mengaku, instruksi langsung pemerintah untuk bertugas di Lombok merupakan proses belajar. Sebab, ratusan insinyur muda yang diberangkatkan berasal dari berbagai Direktorat Jenderal. Namun, ia dan ratusan rekan lainnya akan menerima pelatihan pembangunna rumah tahan gempa dalam hal ini Rumah Instan Sederhana Sehat (RISHA).

          “Memang kurang sesuai dengan Bina Marga tapi kita belajar jugalah dari bidang lain yang ke PUPR-an” tandasnya yang kesehariannya bertugas di Ditjen Bina Marga itu.

Sebelumnya, sesuai dengan arahan Wakil Presiden Jusuf Kalla, rehabilitasi dan pembangunan kembali rumah masyarakat yang rusak ditargetkan bisa selesai dalam waktu enam bulan. Rehabilitasi rumah warga akan dilakukan oleh masyarakat secara gotong royong, dengan pendampingan dari tenaga fasilitator.

Dari data yang dihimpun, kurang lebih sebanyak 74.000 rumah rusak akibat gempa. Pemerintah telah memberikan bantuan sebesar Rp50 juta untuk rumah rusak berat, Rp30 juta rumah rusak sedang dan Rp10 juta untuk memperbaiki rumah rusak ringan.

Untuk fasilitas publik seperti pasar, sekolah, rumah ibadah, puskesmas dan rumah sakit ditargetkan bisa kembali berfungsi memberikan pelayanan pada Desember 2018.

Jumlah fasilitas publik yang rusak masih terus dilakukan verifikasi. Sementara ini jumlah sekolah yang rusak 330 buah terdiri dari 14 Taman Kanak, 175 Sekolah Dasar, 67 SMP/MTS, serta 74 SMA/MA. Sedangkan Rumah Ibadah sebanyak 6 rusak, Rumah Sakit, Puskesmas, Puskesdes, dan Posyandu sebanyak 118 rusak, sedangkan untuk Pasar sebanyak 22 juga dilaporkan rusak. RUL.

Tentang Duta Selaparang Redaksi DS

Baca Juga

WAGUB NTB :PERSOALAN RTLH JADI PR BERSAMA

MATARAM,DS-Persoalan rumah tidak layak huni ( RTLH) merupakan salah satu PR  bersama. Di NTB sendiri, …

No comments

  1. Your comment is awaiting moderation.

    Hello friends, its wonderful paragraph about teachingand completely defined,
    keep it up all the time.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *